DIY - Gunung Merapi adalah satu-satunya gunung berapi yang terdapat di DIY dan bahkan disebut-sebut sebagai gunung berapi yang paling aktif di seluruh dunia. Dengan ketinggian 2968 m. dml (kondisi tahun 2001) atau 3079 meter di atas kota Jogja, Gunung Merapi terletak pada 7°32,5' Lintang Selatan dan 110°26,5' Bujur Timur sehingga secara administratif gunung ini termasuk di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.
Gunung bertipe strato dengan kubah lava ini terkenal
dengan guguran lava yang
masih sering terjadi. Keindahan guguran lava tersebut dapat disaksikan
dari kota Yogyakarta dengan mata telanjang karena lava tampak menyala
terang, terlebih bila terjadi
pada waktu malam hari. Namun bila menginginkan, pengunjung dapat melihat
lebih
dekat dari beberapa pos pengamatan dengan menghubungi petugas terlebih
dahulu,
seperti misalnya dari Pos Pengamatan Kaliurang (dua pos), Pos Pengamatan
Babadan,
Krinjing, Jrakah, dan Selo.
Bagi masyarakat Jawa, Gunung Merapi merupakan sumber kekuatan spiritual. Setiap
tahun pada bulan Rejeb, pihak Keraton Yogyakarta selalu membuat persembahan kepada
Gunung Merapi agar gunung ini tidak "marah" seperti halnya juga dilakukan kepada
Ratu Laut Selatan dalam upacara adat Labuhan.
Wisata Gunung Merapi dikembangkan dalam berbagai bentuk; misalnya Kawasan Wisata
Kaliurang, Kaliadem, Kalikuning, Merapi Golf, Hutan Wisata Turgo-Plawangan, dan
Pendakian Alam Gunung Merapi. Pengelolaan bentuk dan tempat wisata tersebut ditangani
secara memadai dengan penyediaan berbagai macam fasilitas penginapan dan tempat
makan di sekitar lokasi obyek wisata.
Rute Pendakian - Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer. karena gunung
ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling
umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Selo, Kabupaten Boyolali, tepatnya di Desa Tlogolele. Desa ini terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu sekitar lima jam hingga ke puncak.
Jalur populer lain adalah melalu Kaliurang, Pakem,Sleman,Yogyakarta
di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7
jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi
barat laut, dimulai dari Sawangan,Magelang dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Klaten.
