JogjaZone - Penahanan 7 pejabat pentolan FIFA, terjadi pada dini hari tanggal 27 Mei 2015 waktu setempat di hotel bintang 5 di Zurich, Swiss, Bar Au Lac Hotel. Penahanan tersebut ada kaitannya dengan keputusan akan lokasi Piala dunia 2018 dan 2022 di Rusia dan Qatar oleh FIFA, yang diisukan sebagai adanya penyuapan dibalik keputusan tersebut, yang berakibat penangkapan 7 pejabat pentolan FIFA.
FIFA, Federation of International Footballs Association yaitu Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional, disebutkan sudah terlibat skandal penyuapan selama 25 tahun terakhir. Penahanan hari ini bisa terjadi berkat bukti yang disiapkan oleh informan FBI yang merupakan bekas eksekutif FIFA, yaitu Chuck Blazer.
FYI nih, Chuck Blazer ini tokoh sepakbola paling berpengaruh di Amerika Utara, multi jutawan berkebangsaan AS yg membantu membangun kepopuleran sepakbola, mendapatkan kontrak TV pertama untuk Major League Soccer’s, dan membentuk kompetisi menguntungkan seperti Gold Cup, Confederation Cup dan Club World Cup.
Ke 7 tersangka tersebut dituduh membentuk sistim korup yang sistematis, mengakar dan merajarela selama puluhan tahun dalam organisasi sepkabola dunia tersebut yang diklaim korup dan penuh kontroversi. Penahanan tersebut disebut tepat waktu, 2 hari sebelum pemilihan presiden FIFA, karena para eksekutif FIFA tersebut berkumpul di hotel mewah itu untuk pemilihan presiden FIFA yang baru.
Kantor Jaksa Agung Swiss kemudian menyatakan bahwa mereka menginvestigasi sejumlah individu terhadap kecurigaan akan adanya kejahatan penyalahgunaan kekuasaasn dan pencucian uang, sehubungan dengan keputusan FIFA untuk memberikan turnamen Piala Dunia 2018 dan 2022 pada Rusia dan Qatar.
Sementara kepolisian Swiss menyatakan mereka akan menginterogasi 10 eksekutif anggota komite FIFA yang mengambil bagian dalam voting World Cup pada Desember 2010. Katanya para pejabat juga mengambil alih dokumen yang tersimpan di sistim teknologi informasi di markas besar FIFA di Zurich.
Tetapi juru bicara FIFA, Walter de Gregorio memberitahu lewas konferensi pers di Zurich, bahwa pemilihan presiden FIFA akan tetap berjalan sesuai rencana. Dia mengkonfrmasi bahwa Mr. Blatter dan sekretaris jendral FIFA Jerome Valcke tidak terlibat jadi pemilihan presiden akan tetap berjalan sesuai rencana pada Jum’at ini.
De Gregorio juga menegaskan tidak akan ada voting ulang untuk piala dunia 2018 dan 2022, jadi masih seperti keputusan semula, yaitu di Rusia dan Qatar.
Ke 7 orang yang ditahan tersebut adalah Jeffrey Webb, Costas Takkas, Eugenio Figueredo, Jose Maria Marin, Julio Rocha, Eduardo Li, Rafael Esquivel.
Source dailymail
Dari ke 7 tersangka yang ditahan, yang paling menonjol adalah Jeffrey Webb, wakil presiden dari komite eksekutif FIFA, yang sebelumnya disebut-sebut Blater sebagai pengganti yang potensial. Walaupun otoritas Swiss menyatakan 7 eksekutif yang ditahan, New York Times melaporkan 14 pejabat yang terkena dakwaan AS.
Pangeran Ali Bin al Hussein dari Jordania, yang menantang Sepp Blatter untuk kepresidenan FIFA, tidak menggunakan penahanan tersebut untuk menyerang Blatter, yang menuduh Blatter menodai citra persepakbolaan dunia, yang dinodai dengan skandal berulang-ulang. Sang Pangeran menyatakan penahanan dari ke 7 eksekutif FIFA tersebut seabagai “hari yang sedih untuk sepakbola”. Dia menambahkan: “Jelas cerita ini masih berkembang, detailnya masih terus muncul. Tak tepat untuk berkomentar lebih lanjut untuk saat ini.” Kita Tunggu saja bagaimana kelanjutan perkembangan kekisruhan pada Badan Sepak Bola Dunia ini.



